Categories
Pendidikan Berbasis Sistem Kerja Otak

Artikel Premium Eps 3

Pemimpin Bagi Dirinya

Tujuan utama dalam proses pengasuhan anak adalah untuk menjadikannya sebagai pemimpin yang baik bagi dirinya sendiri sehingga hal tersebut dapat menjadi bekal untuk kehidupannya ketika dia tumbuh dewasa nanti.

Untuk menjadi pemimpin yang baik membutuhkan berbagai keterampilan dan pengetahuan, Keterampilan yang dibutuhkan untuk dapat menjadi pemimpin yang baik di antaranya adalah keterampilan dalam memilih, memutuskan, merencanakan dan menilai baik-buruknya sesuatu.

Perusak Pemimpin

Salah satu fenomena yang dapat merusak keterampilan-keterampilan tersebut memilih sang anak adalah sikap pengasuh yang otoriter, baik itu salah satu dari kedua orang tuanya atau pihak lain yang berperan banyak dalam mengasuh sang anak.

Otak bagian depan dan otak bagian dalam memiliki pengaruh yang sangat besar pada kemampuan Memimpin. Salah satu kegiatan yang dilakukan ketika memimpin adalah membuat suatu keputusan, ketika sang anak membuat suatu keputusan pasti melibatkan perasaannya, namun apabila sebuah keputusan didominasi oleh perasaan maka hasil dari keputusan tersebut tidak akan objektif.

Untuk menghasilkan keputusan yang baik dan objektif maka anak perlu memiliki kemampuan berpikir yang baik. Maka perkembangan kemampuan memimpin yang anak miliki akan sepadan dengan perkembangan otak anak tersebut.

Otak Parietal

Kita dapat mengajari kemampuan anak dalam memilih pada usia
2 thn, karena pada usia tersebut bagian-bagian otak yang berpengaruh terhadap kemampuan memimpin sudah mulai tumbuh. Imajinasi atau bayangan serta gambaran-gambaran diproduksi oleh bagian otak yang bernama Parietal.

Bagian otak yang bernama Parietal tersebutlah yang perlu diasah oleh pengasuh dengan cara menghadirkan pengalaman yang kaya akan rangsangan, baik itu dapat dilihat, diraba, didengar dan dirasakan oleh emosinya.

Salah satu contohnya adalah ketika melakukan kegiatan sehari-hari seperti kegiatan makan bersama, orang tua atau sang pengasuh bisa makan di sampingnya sehingga dapat memberikan pengalaman kejadian yang kaya akan rangsangan, hal itu akan direkam dan menjadi Imajinasi atau gambaran-gambaran yang nantinya akan di produksi oleh otak Parietal ketika menghadapi situasi yang sama atau mirip.

Mesin Copy-Paste

Hampir semua perilaku orang tua atau pengasuh atau pihak lain yang memiliki hubungan emosi dengannya akan dicontoh tanpa ada pemilihan sebelumnya, karena piranti otak untuk merekam dan mencontoh sedang berkembang sangat pesat pada usia 2thn hingga 3thn. Apabila orang tua atau sang pengasuh tidak memberikan pendidikan pada kurun waktu tersebut maka anak akan mengalami kesulitan dalam kemampuan memilih, bahkan akan mengalami kesulitan dalam menghadirkan pilihan-pilihan, otak anak akan kaku dan memiliki cara berpikir yang tidak fleksibel.

Sebaliknya, apabila orang tua atau sang pengasuh bisa memberikan pendidikan yang baik pada kurun waktu tersebut maka sang anak akan dapat menghadirkan pilihan dan memiliki kemampuan memilih yang baik. Ketika sang anak sudah sering menghadirkan pilihan dan menentukan pilihan, maka otak anak akan menjadi lentur dan memiliki cara berpikir yang fleksibel.

Selanjutnya pada Eps 3 InsyaAllah di Artikel Seru

Pemateri    : Dr. Amir Zuhdi 
Penulis     : Fadila Rahmalia s.Psi 
Editor      : M Aziz Ghofuru R Amd 

Materi ini disampaikan oleh Dr. Amir Zuhdi salah satu narasumber
terbaik dalam bidang Ilmu Otak (neurosains aplikatif) dalam pelatihan NPP (Neuro Parenting Practitioner) yang diselenggarakan oleh beliau dan Team nya, untuk info lebih lanjut mengenai Pelatihan NPP bisa langsung menghubungi 0821-3645-7526 melalui WhatsApp.