Categories
Pengasuhan Berbasis Sistem Kerja Otak

Artikel Premium Eps 5

Cara kerja otak anak dan cara kerja otak orang tua berbeda.

Jangan menerka apa yang dipikirkan oleh seorang anak dengan cara yang sama seperti kita menerka apa yang orang dewasa pikirkan. Perbedaan cara kerja otak yang disebabkan oleh belum sempurnanya pertumbuhan/perkembangan otak anak dan telah sempurnanya otak ketika telah dewasa menimbulkan perbedaan cara berpikir.

Contoh : Ketika kita melihat seorang anak memberikan tatapan mata yang tajam, sebuah kesalahan ketika kita mengatakan hal tersebut sebagai kondisi menantang dan melawan. Padahal sejatinya justru ekspresi tersebut sering kali ekspresi ketakutan.

Ekspresi melawan langsung dari otak

Kalaupun itu ekspresi melawan maka hal itu terjadi bukan karena keinginan murni sang anak, namun itu disebabkan hasil sistematika sebab akibat yang terjadi secara alami di dalam otak sang anak sehingga mengeluarkan respons demikian. Seperti ada seorang anak yang tidak bisa diam dan ingin selalu bergerak tanpa ada alasan yang mendasarinya, hal tersebut seringkali karena otak memerintahkan motoriknya untuk bergerak.

Kapan Otak Sempurna ?

Otak mencapai kondisi yang sempurna rata” di usia 21 thn. kalaupun ada sebuah fenomena ketika otak anak telah sempurna, tetap masih ada kekurangan dibandingkan otak seseorang yang telah dewasa yaitu belum banyaknya sambungan neuron pada otak seorang anak.

Oleh karena itu perbedaan kemampuan dan cara kerja otak anak dan orang dewasa yang menimbulkan perbedaan cara berpikir yang perlu kita sikapi dengan bijaksana. Apabila ada sebuah kejadian yang terjadi pada sang anak, naka kita perlu menerka apa yang mereka pikirkan dengan cara mereka berpikir. Salah satu teknik yang paling mudah untuk menyesuaikan cara berpikir kita dengan cara berpikir seorang anak adalah dengan panduan “APA”.

  • Amati. Amati dengan tenang mengapa sang anak bersikap demikian ?
  • Pertanyakan. Ajukan pertanyaan terkait kebutuhan” dasar sang anak, Apakah dia lapar ? Apakah dia membutuhkan perhatian ? Apakah dia membutuhkan Pelukan atau penyampaian rasa sayang ? Apakah badannya terasa tidak nyaman ?
  • Apresiasi. Temukan apa yang bisa di apresiasi dalam keadaan tersebut, atau dalam waktu terdekat. ( hati-hati dalam mengapresiasi sikap yang masih ambigu, seperti di apresiasinya seorang anak yang mampu melempar kertas dengan kuat dan jauh, hal ini berbahaya karena dapat memotivasi anak untuk melempar sesuatu atau melempar kertas kembali dengan harapan mendapatkan apresiasi kembali).

Otak dibagi dua bagian, otak bagian dalam dan otak bagian luar.

Otak bagian dalam (subcortical) berfungsi memproduksi emosi, vegetasi (aktivitas yang berhubungan dengan saraf otonom seperti jantung dan hormon) juga sering kali memutuskan secara cepat dan alami keputusan Melawan atau Labur (Fight or Flight).  

Otak bagian luar (cortical) berhubungan dengan proses berpikir yang lebih kompleks , meliputi persepsi, analisa, mengkhayalkan dan berbahasa (berbicara dengan sistematika yang baik dan mudah dipahami lawan bicara). Dan Perlu kita pahami bahwa Otak yang sedang berkembang pesat pada masa anak-anak adalah pada bagian subcortical.

Otak dibangun oleh sel-sel otak yang bernama neuron (neuron aktif 100 miliar dan neuron yang tidak aktif 900 miliar), perubahan pada neuron tersebut yang menjadi tujuan dari proses pengasuhan dan pendidikan yang kita lakukan kepada seorang anak.

Neuron memiliki beberapa bagian, yaitu Body Neuron (Inti Neuron dan jari” pendek yang bernama dendrit), Akson (sambungan panjang yang menyambungkan antar neuron dll). Satu neuron rata-rata memiliki satu hingga tiga akson (yang menyambung dengan satu hingga tiga Neuron).

Satu Neuron dapat menerima sambungan dari ribuan neuron lainnya, bahkan apabila gizi dan aktivitasnya bagus maka neuron tersebut dapat menyambung hingga 50.000 neuron lainnya.

Lalu apa hubungan antara kegiatan pengasuhan dengan Neuron ? Pengasuhan atau pendidikan sejatinya adalah proses kita memperbanyak sambungan neuron tersebut. Karena yang menentukan seorang anak pintar atau tidak bukan berdasarkan besar atau kecilnya otak, melainkan bagusnya sambungan Neuron tersebut.

Dan waktu yang paling tepat untuk memperbanyak sambungan neuron adalah ketika seorang anak masih berusia antara 0 hingga 14 tahun.

Selanjutnya pada Eps 6 InsyaAllah di Artikel Seru

Pemateri      : Dr. Amir Zuhdi
Penulis       : Fadila Rahmalia s.Psi
Editor        : M Aziz Ghofuru R Amd

Materi ini disampaikan oleh Dr. Amir Zuhdi salah satu narasumber 
terbaik dalam bidang Ilmu Otak (neurosains aplikatif) dalam 
pelatihan NPP (Neuro Parenting Practitioner) yang diselenggarakan 
oleh beliau dan Team nya, untuk info lebih lanjut mengenai Pelatihan 
NPP bisa langsung menghubungi 0821 3645 7526 melalui WhatsApp.